Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?
Iklan
Kunjungi Sponsor Kami
Terimakasih
Semoga Artikel Bisa Bermanfaat
[x]

Bunuh Istri Gara-Gara Kondom

Written By admin on Rabu, 20 April 2011 | 14.40

PELARIAN Jhonny, pembunuh Elin, 28, isterinya sendiri, berakhir. Ia diringkus anggota Saat Reskrim Polsek Lubukbaja di hutan belakang kawasan perumahan Botania Garden, Batam Kota,


Tersangka Jhonny. F Iman Wachyudi.


Tersangka Jhonny. F Iman Wachyudi.

Kanit Reskrim Polsekta Lubuk Baja, Ipda Crisman Pandjaitan mengungkapkan, informasi keberadaan Jhonny didapat dari Acan alias Syamsuddin, saksi kunci yang mengantarkan Jhonny ke Nagoya untuk bertemu Elin.

“Setelah kita pelajari, akhirnya enam anggota langsung meluncur ke hutan Botania Garden. Pelaku ditangkap saat bersandar di bawah pohon kelapa,” ujar Crisman.

Saat diringkus, Jhonny tak melawan. “Dia seperti orang linglung dan pasrah,” kata Crisman, lagi.
Barang bukti yang diamankan, satu unit motor Vega BP 4489 E milik korban, sebilah pisau dapur yang sudah melengkung, dan dua pasang sandal wanita dan pria.

Saat Batam Pos mencoba mengorek keterangan dari Jhonny, tentang mengapa tega membunuh istrinya? Jhonny mengaku karena sakit hati. Ia dendam karena merasa dilecehkan selama ini oleh istrinya.

“Tiap hari hati saya selalu disakiti. Setiap pulang kerja, istri saya selalu bawa kondom. Saya temukan di kantong dan di dalam tasnya. Kadang-kadang sengaja ia perlihatkan di depan saya seolah mengejek. Suami mana yang tak sakit hati diperlakukan seperti itu,” ujarnya dengan nada pelan dan terbata-bata.

Jhonny mengungkapkan, ia menikahi Elin secara siri enam bulan lalu. Ia juga mengakui, sudah empat kali masuk sel polisi karena dilaporkan Elin.

“Saya sering tempeleng dia saat bertengkar. Dia selalu laporkan saya ke polisi,” katanya.

Di malam saat akan membunuh istrinya itu, Jhonny mengaku sakit hatinya sudah memuncak. Apalagi malam itu, kata Jhonny, Elin sempat menelepon dia dan mengatakan kata-kata kasar.

“Dia (Elin) bilang, dia ingin aku mati bunuh diri,” kata Jhonny.

Dari situ Jhonny langsung membeli pisau dapur di salah satu toko di Jodoh. Setelah itu ia langsung menjemput istrinya yang bekerja di Angel Massage di Nagoya. Saat berangkat ke Nagoya, Jhonny mengakui diantar kawannya, Acan, naik sepeda motor.

“Sampai di dekat Avava, saya langsung membuntuti Elin dari belakang. Pas di gang sepi Elin langsung saya tarik dan saya dorong tubuhnya sampai jatuh. Saat jatuh langsung saya tikam berkali-kali. Saya tak ingat berapa kali pastinya,” terangnya.

Hanya Minum Air Parit

Setelah diringkus anggota reskrim Polsekta Lubukbaja, Jhonny mengaku sudah tak semangat untuk hidup. Selain rasa penyesalan mendalam, ia juga merasa sudah tak punya siapa-siapa lagi.

“Saya rela polisi memperlakukan saya apapun itu. Saya bahkan rela dan ingin mengakhiri hidup ini. Percuma saat ini saya hidup,” ujarnya sambil menundukkan kepala.

Lelaki kelahiran Belitung 26 Mei 1979 itu, merupakan tukang servis elektronik di toko milik majikannya di Botania Garden. Setelah menghabisi istrinya, ia langsung melarikan diri ke Batam Kota di hutan belakang Botania Garden.

Selama bersembunyi, ia mengaku tak makan sama sekali. Ia hanya minum air dari aliran parit di hutan itu. Yang ada di benak dia saat itu, hanya perasaan puas telah membunuh istrinya yang selama ini menyakiti hatinya. Namun beberapa hari belakangan ini, ia menyesali perbuatannya.

“Memang saat itu saya sengaja tak makan apapun. Saat itu dipikiran saya, saya akan mati pelan-pelan di hutan,” katanya lirih.

Selama di hutan, ia mengaku selalu terbayang wajah istrinya yang telah ia bunuh. Apalagi saat ia ingat saat menikamkan pisau ke tubuh istrinya itu. “Rasanya saya langsung lemas. Air mata ini tak tahan menetes sendiri,” terangnya.

Polisi sendiri saat itu kesulitan melacak keberadaa Jhonny. Namun sehari sebelum diringkus, polsekta Lubukbaja, menemukan saksi kunci yang mengantar saat Jhonny menuju Nagoya tempat kerja istrinya, yaitu Acan alias Syamsuddin.

Kapolsek Lubukbaja, Kompol Boy Herlambang mengatakan, sampai saat ini belum bisa menjadikan saksi kunci itu sebagai tersangka.

“Kita masih pelajari apa motif dia sampai mau mengantar pelaku. Apa yang ia ketahui saat itu. Intinya saat ini Acan masih saksi kunci. Nanti kalau memang terbukti terlibat ataupun tahu tentang rencana pembunuhan itu, maka ia kita jadikan tersangka,” ujarnya.

Atas perbuatannya, Jhonny diancam pasal 340 KUH Pidana yang ancaman hukuman penjaranya minimal 20 tahun dan maksimal hukuman mati. Sebab pembunuhan itu telah direncanakan sebelumnya secara rapi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Elin, 28, karyawati Angel Massage, Nagoya tewas dengan 19 luka tikaman di sekujur tubuhnya. Sejak awal, polisi mencurigai pelakunya adalah Jhonny, suaminya (sebelumnya disebut kekasih, red).

Jhonny, lelaki keturunan Tionghoa asal Bangka itu, menghabisi sang istri di Kompleks Paradise Center, Nagoya, Rabu (6/4) malam silam. Tepatnya di depan showroom mobil PT Newstar Mobilindo, sekitar pukul 23.30 WIB.

Aksinya itu nyaris tidak diketahui siapapun. Padahal, lokasi kejadian berada tepat di perempatan jalan yang cukup ramai. Namun lampu di ruko tiga lantai itu tidak menyala, sehingga Jhonny bisa leluasa menghabisi sang istri yang dinikahi secara siri itu.

Saat kejadian, warga hanya mendengar satu kali suara orang meringis. Saat warga melihat ke asal suara, Elin ditemukan telah bersimbah darah di dekat kolong mobil Toyota Avanza warna biru dengan nomor polisi BP 1811 ZI. (hangat-news)

0 komentar:

Posting Komentar