Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?
Iklan
Kunjungi Sponsor Kami
Terimakasih
Semoga Artikel Bisa Bermanfaat
[x]

Cina Kenal Metal Detektor sejak 2.006 SM

Written By admin on Rabu, 20 April 2011 | 18.49

Negara Tionghoa Mengenal Metal Detektor Sejak Dinasty Qin

JODOH(BP) -Metal detektor atau alat untuk mendeteksi senjata berbahaya seperti senjata tajam (sajam), pistol, Bom atau benda berbahaya lainnya yang digunakan pada jman kini. Ternyata alat ini sudah dikenal warga Tinghoa sejak jaman Dinasti Qin sekitar 2006 sebelum masehi (SM).

"Walaupun saat itu masih dalam bentuk alat yang sederhana. Tidak secnggih pada jaman sekarang," ujar Harjono Sekretaris Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kepri, Jumat (25/3).

Pada masa kerajaan Qin dibuat sebuah istana yang megah dan besar dengan nama Fang Gong. Didepan pintu gerbang istana ada sebuah pintu masuk yang besar dengan magnet berkekuatan tinggi.

Alat tersebut berguna untuk mendeteksi senjata tajam bagi tamu yang akan berkunjung ke istana."Jika ada tamu yang membawa pedang atau benda lainnya akan tertarik oleh benda tersebut," ujarnya. Sehingga tamu yang datang ke istana akan steril dari benda tajam.

Istana dan alat tersebut dibuat untuk mengantisipasai adanya percobaan pembunuhan terhadap raja.Karena pada jaman tersebut sering terjadi peperangan yang besar. Dimana yang kuat membunuh yang lemah, yang besar membunuh yang kecil.

Sehingga banyak tentara atau tamu kenegaraan yang kewalahan ketika akan akan menyerang ke istana tersebut. Namun istana tersebut hancur beserta tentara dan kerajaannya yang dibakar oleh kerajan sekutu. Karena tidak mempunyai cara lain untuk menghancurkannya.

Namun saking besar dan megahnya istana tersebut, Api baru bisa melahap semua istana dalam jangka waktu tiga bulan.(hangat-news)

edit=---


Tionghoa Kenal Metal Detektor sejak 2.006 SM
Masyarakat Tionghoa sudah mengenal metal detektor sejak zaman Dinasti Qin sekitar 2.006 sebelum masehi (SM). Metal detektor atau alat untuk mendeteksi senjata berbahaya seperti senjata tajam (sajam) seperti pisau, pedang, besi dan lainnya sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Tionghoa. Namun, tentu saja, metal detektor yang dikenal masyarakat Tionghoa saat itu relatif sederhana.
”Alat untuk mendeteksi senjata tersebut berupa magnet berkekuatan tinggi. Itulah cikal bakal metal detektor yang kini berkembang menjadi sangat canggih,” sebut Sekretaris Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kepri, Harjono, Jumat (25/3) lalu.
Awal mula pembuatan magnet tersebut, tegas Harjono, saat kerajaan Qin membuat sebuah istana yang megah dan besar dengan nama Fang Gong. Pada saat bersamaan, pihak kerajaan membuat sebuah pintu masuk di depan gerbang istana. Pada pintu tersebut dipasang magnet berkekuatan tinggi.
Alat tersebut berguna untuk mendeteksi senjata tajam bagi tamu yang akan berkunjung ke istana. ”Jika ada tamu yang membawa pisau, pedang atau benda lainnya, pasti akan tertarik oleh benda tersebut,” ujarnya.
Dengan cara demikian, lanjut Harjono, tamu yang masuk ke istana akan steril dari benda tajam.
Alat tersebut, kata Harjono, juga dibuat untuk mengantisipasi adanya percobaan pembunuhan terhadap raja. Pada zaman tersebut sering terjadi peperangan yang besar. Dimana yang kuat membunuh yang lemah, yang besar membunuh yang kecil. Musuh bisa saja masuk dan menyusup dan membuat kekacauan dan membutuh di dalam istana.
Akibat adanya magnet berkekuatan tinggi ini, sebut Harojo, upaya pembunuhan dan kekacauan bisa diantisipasi. Banyak tentara dan penyusup dari kerajaan lain gagal mengemban misi mereka.
Sayangnya, akibat serangan besar-besaran dari kerjaan lain, istana Fang Gong hancur. Saking besar dan megahnya istana tersebut, api baru bisa memusnahkan istana dalam jangka waktu tiga bulan. Tentara dan keluarga kerajaan Dinasti Qin ikut dibunuh dan dibakar. (hangat-news)

0 komentar:

Posting Komentar